Agar anak cepat tinggi

Sabar Menunggu Giliran, Kemampuan Dasar Yang Harus Dipelajari Anak

Namun untuk mencapai semua itu tentunya anak-anak butuh belajar dari segala kesalahan yang mereka lakukan. Bila kita menganggap mereka seperti anak-anak kita sendiri, maka kita akan lebih tulus dan sabar dalam membimbing, mengajar, dan mendidik mereka. Sehingga saat mereka berbuat kesalahan, kita akan lebih mampu memberikan nasihat-nasihat yang baik demi kebaikan anak-anak didik kita dan semua yang ada di kelas. Tidak heran jika ada yang menyebut Hari Raya Idul Fitri adalah lebarannya anak-anak.

Gunakan timer untuk membantu si kecil membayangkan konsep menunggu. Bila si kecil merengek minta sesuatu, misalnya dibacakan dongeng tetapi Milk Lovers sedang sibuk mengerjakan sesuatu yang tidak boleh ditinggalkan, cobalah menggunakan timer. Misalnya atur waktu selama 5 menit dan katakan pada si kecil, “Adik perhatikan alat ini, jika alatnya berbunyi, ibu akan segera membacakan dongeng untuk Adik!

Karenanya, sangat penting membantu mereka mengisi waktu sekaligus menumbuhkan rasa sabar. Untuk memainkan lego salah satu organ tubuh yang dibutuhkan adalah tangan kita, hal ini akan membuat tangan kita berlatih menjadi lebih seksama dan teliti. Masalah ini, tentu mempengaruhi emosi, cara berpikir dan bertindak. Anak malah menjadi sumber meledaknya emosi karena mereka tidak mau melakukan atau mendengarkan orang tua. Saat anak memasuki usia remaja, orangtua mulai kelabakan. Anak sudah sulit diarahkan, mulai sibuk dengan dirinya sendiri, mulai mau membangkang, dan melawan.

Melatih kesabaran pada anak

Selain itu cara memasak dan waktunya juga harus sesuai resep agar kue yang dihasilkan terasa lezat. Jadi, aktivitas ini memerlukan kesabaran untuk si kecil ya bunda. Bunda bisa meminta si kecil untuk membantu bunda mengukur takaran bahan-bahan yang diperlukan saat memasak kue. Lalu menuangkannya satu persatu ke dalam wadah adonan, sampai menunggu kue di masukkan ke oven dan sampai matang. Dalam aktivitas ini, buah hati bunda bisa memahami bahwa bersabar sangatlah penting dan berbanding dengan hasil yang didapatkan. Mengajarkan sikap mandiri pada anak memang tidak bisa dilakukan secara instan.

Seperti mengakses gawai dalam waktu lama dan mengkonsumsi makanan yang tergolong junkfood. Jika tidak mampu mengatasi masalah sendiri terlebih dahulu akan sulit bagi Anda untuk bersabar dalam menghadapi anak. Dengan kemampuan menahan diri akan membawa dampak yang lebih baik bagi Anda dalam menilai permasalahan yang anak hadapi.

Dia menuturkan bahwa kegiatan untuk melatih kesabaran terutama melatih anak autis dalam menunggu giliran dengan metode bermain. Penekanan ini diambil karena dalam kegiatan pertama terlihat kecenderungan masing-masing anak untuk sabar menunggu giliran belum Nampak. Saat Bunda sedang sibuk melakukan aktivitas, dan anak meminta sesuatu, tunjukkan kepada anak apa yang sedang bunda lakukan dan minta dia melakukan hal yang sama. Ini akan membuat anak memahami dan belajar bahwa dia harus menunggu, sekaligus melatih anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu.

Untuk itu, bila anak minta dibelikan handphone baru padahal tak mendesak, minta anak untuk menunggu. Moms bisa membelikannya di hari spesial seperti ulang tahun atau kenaikan kelas. Maka, kalau anak sudah mulai gelisah saat terjebak macet di mobil, usulkan kegiatan lain yang bisa mengalihkan pikirannya. Ajak anak untuk main ABC lima dasar atau ceritakan kisah-kisah menarik zaman Moms kecil dulu. Permainan di atas bisa Anda lakukan secara berkala dengan berbagai variasi agar anak tidak bosan.

Ibu dapat melakukan cek kesehatan perut di Tummypedia satu kali setiap hari. Jika anak mulai tantrum di tempat umum, bawa anak menjauh dari keramaian. Jelaskan bila dia tidak berhenti merengek, Anda akan mengajaknya pulang. Ucapkan kata-kata apresiasi ketika dia berhasil melakukan suatu pekerjaan dengan baik, seperti “Terima kasih adik hari ini sudah bisa membersihkan tempat tidur”. Bunda juga bisa menyampaikan kalimat yang membangkitkan semangatnya, saat dia sedang berusaha mengerjakan tugasnya. Misalnya, “Adik baik sekali membantu Bunda mencuci piring setelah makan”.