Agar anak cepat tinggi

6 Cara Mendidik Anak Agar Kreatif & Pintar

Salah satu yang paling umum dilakukan adalah ikut lomba khas 17-an di sekolah ataupun lingkungan rumah. Mengajarkan kesabaran pada anak juga harus disesuaikan dengan umur mereka. Setelah proses sabar itu terus diaplikasikan, maka akan membuahkan hasil dan memperoleh pengetahuan lebih tinggi dari ilmu yang dipelajari tersebut. Untuk mencapai hasil belajar yang optimal, maka pembelajar harus memusatkan pikiran, perasaan, dan perilaku hanya pada objek belajarnya saja. Dengan kata lain pembelajar bisa menyingkirkan segala gangguan baik yang berasal dari dalam diri maupun dari lingkungan.

Ngak sangka beliau sudah bergabung dengan kami untuk waktu yang sangat lama. Menumbuhkan mental yang sabar pada anak tidak bisa instan. Karena itu Anda pun perlu mengajak ia melakukan kegiatan yang tak menawarkan hasil instan. Misalnya bermain lego, puzzle, atau menanam benih bunga dan melihat proses pertumbuhannya hari demi hari.

Berikut trik praktis yang bisa Moms lakukan untuk melatih kesabaran anak. Menjalankan puasa Senin-Kamis juga dapat melatih kesabaran pada diri kita, Berpuasa dapat menahan hawa nafsu, seperti marah, tidak jujur, berbuat fitnah, mengadu domba. Mengendalikan hawa nafsu akan melahirkan manusia yang berakhlak mulia. Serta berpuasa juga dapat Mendisiplinkan diri, dari makan, minum, dan hubungan seksual yang dilarang oleh Allah SWT. Balap kelereng atau sendok gundu juga cocok untuk diikuti balita, meski juga tetap menyenangkan dan seru untuk anak yang lebih besar bahkan orang dewasa. Selain koordinasi mata, mulut dan gerak tubuh, lomba ini melatih keseimbangan tubuh anak sekaligus belajar berhati-hati dan sabar.

Melatih kesabaran pada anak

Anda tidak akan pernah bisa menjadi sosok yang penyabar dan ikhlas, bila tidak mau belajar memaafkan orang-orang yang berbuat salah atau menyakiti Anda. Saat anak mulai terlihat gelisah dan tantrum, buatlah kontak mata dengannya, berikan sentuhan atau genggam dengan lembut tangan anak. Jaga suara orang tua agar bisa setenang mungkin dan mintalah anak untuk bersabar dan sedikit menunggu.

Orang tua harus menenangkan serta mengajaknya berkomunikasi. Tentu saja tidak mudah, namun itu harus dilakukan sehingga anak akan merekam tindakan orang tuanya tersebut. Dengan menanggapi perilaku anak secara tenang, ada lima poin yang orang tua harus mengajarkan anak dengan terapi ini. Misal, saat orang tua sedang di dapur memasak telur untuk sarapan, anak meminta tisu. Jelaskan secara perlahan, bahwa orang tua akan mengambil tisu dalam beberapa menit lagi.

Mengutip dari Psychcentral, cara mendidik anak untuk lebih kreatif tidak harus dengan permainan yang rumit. Mari kita saling mengingatkan dengan mengajak siapa saja untuk banyak membaca dan menulis. Kita memulainya dengan duduk tenang, diam, dan mengambil buku atau bacaan lain.

Tidak bisa dipungkiri, menunggu adalah sebuah hal yang terkadang dapat memicu emosi dan kekesalan. Namun, itu semua dapat hilang jika seseorang bisa berpikir lebih positif dan bersabar. Setelah melalui waktu yang panjang untuk mengantri sepanjang hari dengan anak, mintalah anak untuk mengungkapkan perasaannya.

Bila kita sudah mempersiapkan materi pembelajaran dengan baik, maka saat kita mengajar pun akan terlihat lebih ceria dan santai. Karena kita sudah paham langkah-langkah kegiatan pembelajaran kita. Rasa gelisah dan grogi karena persiapan mengajar yang kurang baik, juga bisa mempengaruhi kestabilan emosi kita. Selanjutnya, jangan lupakan kebahagiaan anak dengan memperbolehkannya membeli barang yang diinginkan. Jadi tidak semua dana yang dimiliki untuk ditabung dan disedekahkan, melainkan juga membeli barang yang diinginkan atau memenuhi keinginan anak untuk jalan-jalan.

Jika permintaan anak Anda rasa wajar, Anda bisa memenuhi permintaannya. Beri jeda antara saat anak meminta dengan saat Anda memenuhi permintaannya untuk melatih kesabaran anak. Sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak juga bisa merasa bosan saat menunggu.